Abstrak
Pendahuluan: Keluhan Muskuloskeletal berkonstribusi sebanyak 43-58% dari seluruh penyakit akibat kerja di dunia termasuk pada pekerja di perikanan seperti nelayan. Keluhan muskuloskeletal dapat terjadi karena multifaktorial. Faktor posisi kerja dan usia merupakan faktor penyebab keluhan musculoskeletal pada nelayan. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui hubungan antara posisi kerja dan usia dengan keluhan muskuloskeletal pada nelayan di Desa Kalasey Satu Kecamatan Mandolang Minahasa. Metode: Penelitian ini dilaksanakan di Desa Kalasey Satu Kecamatan Mandolang Minahasa pada Agustus-Desember 2021. Responden penelitian ini yaitu nelayan yang berjumlah 36 orang. Variabel dalam penelitian ini yaitu usia, posisi kerja, dan keluhan muskuloskeletal. Instrumen yang digunakan yaitu kuisioner Nordic Body Map (NBM) untuk mengukur keluhan muskuloskeletal dan Ovako Work Analysis System (OWAS) untuk mengukur posisi kerja. Selain itu digunakan alat tulis menulis, kamera dan komputer. Analisis data yang dilakukan secara univariat dan bivariat. Hasil: Hasil penelitian ini menunjukan bahwa posisi kerja dan keluhan musculoskeletal berhubungan tidak signifikan (Asympt. Sig= 0,148). Selanjutnya, responden yang berusia > 45 tahun paling banyak masuk kategori keluhan musculoskeletal yang sangat tinggi sebanyak 17 responden (47,2%) sebaliknya responden yang berumur 45 tahun ke bawah paling banyak masuk kategori keluhan musculoskeletal tinggi sebanyak 11 responden (30,6%). Hasil uji statistika diperoleh nilai Asympt. Sig sebesar 0,003 (< 0,05) yang berarti usia dan keluhan musculoskeletal berhubungan secara signifikan dimana responden yang berusia > 45 tahun berisiko sebesar 12,467 kali mengalami keluhan musculoskeletal sangat tinggi jika dibandingkan dengan responden yang berusia 45 tahun ke bawah.. Kesimpulan: Kesimpulan penelitian ini yaitu usia berhubungan dengan keluhan muskuloskeletal pada nelayan di Desa Kalasey Satu Kecamatan Mandolang. Oleh karena itu, para nelayan harus bekerja dengan posisi yang ergonomis dan perlu dilakukan penelitian lebih lanjut tentang faktor penyebab keluhan muskuloskeletal yang lain pada nelayan.