Abstrak
Latar Belakang: Perontokan bawang merah, yaitu pemisahan umbi bawang dari daun atau tangkai secara manual setelah panen, merupakan aktivitas pertanian berulang yang dapat menimbulkan bahaya ergonomi, biologis, mekanis, paparan panas, dan lingkungan. Tujuan: Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi bahaya, risiko, dan pengendalian Keselamatan dan Kesehatan Kerja pada aktivitas perontokan bawang merah menggunakan Job Safety Analysis. Metode: Penelitian menggunakan desain deskriptif kualitatif berbasis telaah dokumen JSA pada pekerjaan perontokan di lahan pertanian bawang merah. Instrumen memuat proses kerja, klasifikasi H/S/E, bahaya, risiko, pengendalian, dan verifikasi pengendalian. Hasil: JSA mengidentifikasi 12 proses kerja berurutan. Enam proses dikategorikan H/S/E dan enam proses dikategorikan H/S. Bahaya utama meliputi persiapan kerja yang kurang, APD tidak sesuai, beban berat, postur tidak ergonomis, gerakan berulang, alat tajam, bawang busuk, debu, mikroorganisme, paparan panas, jalur licin, dan alat berserakan. Seluruh 12 baris verifikasi pengendalian bertanda “Tidak”, menunjukkan bahwa pengendalian perlu diverifikasi pengawas sebelum pekerjaan dilaksanakan. Simpulan: Aktivitas perontokan bawang merah perlu dikelola sebagai pekerjaan K3 terstruktur. JSA menjadi dasar praktis untuk penyusunan SOP pertanian kontekstual, penguatan briefing pekerja, pengendalian ergonomi, penggunaan APD, dan pencegahan bahaya berulang.

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Hak Cipta (c) 2026 Zulfa Ayuningsih, Lutfi Muzaqi
