Abstrak
Keselamatan pasien merupakan prioritas utama dalam kesehatan pelayanan kesehatan, di mana kesalahan identifikasi pasien menjadi salah satu penyebab utama insiden medis yang dapat dicegah. Scooping review ini bertujuan untuk menganalisis implementasi identifikasi pasien dengan dua identitas terhadap mutu keselamatan pasien di rumah sakit. Metode penelitian menggunakan kerangka kerja Arksey dan O’Malley (2005) serta pedoman dengan penelusuran literatur melalui PubMed, dan Science Direct pada rentang 2020–2024. Delapan artikel yang memenuhi kriteria inklusi dianalisis secara naratif. Hasil telaah menunjukkan bahwa penerapan keselamatan dua identitas biasanya berupa nama lengkap dan tanggal lahir meningkatkan keakuratan identifikasi pasien, menurunkan risiko kesalahan medis, serta memperkuat budaya keselamatan pasien. Penggunaan teknologi seperti gelang barcode dan electronic medical record (EMR) serta pelatihan tenaga kesehatan terbukti meningkatkan kepatuhan terhadap standar keselamatan. Kesimpulannya, implementasi identifikasi pasien dengan dua identitas berkontribusi signifikan dalam meningkatkan mutu keselamatan pasien di rumah sakit melalui kombinasi kebijakan yang kuat, dukungan teknologi, dan budaya keselamatan yang berkelanjutan.

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Hak Cipta (c) 2026 OKTORA_Dwi NORMAN, Oktora Dwi Putri Ramadhanti , Andi Irun Fitra Dewi Pagala, Ninis Saputri, Tri Regita Alfiadji Paputungan, Iwan Rifai Alam Siregar