Evaluasi Manajemen Pelayanan Kefarmasian Berdasarkan Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 72 Tahun 2016 Di Hospital Nacional Guido Valadares Dili
PDF (Bahasa Indonesia)

Keywords

pharmaceutical services management
hospital
Timor Leste

How to Cite

Awoah, A. A. G., Aaltje Ellen Manampiring, & Fatimawali. (2022). Evaluasi Manajemen Pelayanan Kefarmasian Berdasarkan Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 72 Tahun 2016 Di Hospital Nacional Guido Valadares Dili. HEALTH CARE : JURNAL KESEHATAN, 11(1), 121-133. https://doi.org/10.36763/healthcare.v11i1.228

Abstract

Pendahuluan: Hospital Nacional Guido Valadares (HNGV) Dili adalah institusi pelayanan kesehatan milik Pemerintah Timor Leste yang menyelenggarakan pelayanan kesehatan perorangan secara paripurna. Salah satu permasalahan yang memberi pengaruh terhadap kualitas layanan Hospital Nacional Guido Valadres yaitu permasalahan manajemen pelayanan kefarmasian. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengevaluasi manajemen pelayanan kefarmasian di HNGV Dili berdasarkan Permenkes RI No. 72 tahun 2016. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Penelitian ini dilaksanakan pada Februari-April 2022 di Instalasi Farmasi Hospital Nacional Guido Valadares (HNGV) Dili. Informan penelitian sebanyak 4 orang yang terdiri dari Kepala Instalasi Farmasi Rumah Sakit (IFRS) (informan kunci), 1 orang pimpinan rumah sakit yang membawahi IFRS dan 2 orang petugas di IFRS. Instrumen penelitian ini yaitu pedoman wawancara, alat tulis menulis dan kamera. Data diperoleh dengan wawancara mendalam. Data yang diperoleh kemudian dianalisis dengan metode analisis isi. Hasil: Hasil penelitian ini menjelaskan bahwa Instalasi Farmasi Hospital Nacional Guido Valadares memiliki sumber daya manusia (SDM) sebanyak 27 orang, setiap pekerja memiliki tugas dan tanggung yang pembagiannya dilakukan oleh kepala IFRS, beban kerja masih perlu dikaji secara lanjut serta gaji pegawai sudah sesuai standar yang ada. Pada tahapan ini ditemukan adanya masalah yaitu adanya kekurangan SDM di IFRS sehingga tugas dan tanggung jawab sering terabaikan saat ada pekerja yang tidak masuk kerja. Instalasi Farmasi Hospital Nacional Guido Valadares melakukan perencanaan obat dengan metode konsumsi tapi hanya sebatas pengusulan atau permintaan melalui SAMES.IP. Ditemukan masalah dalam proses perencanaan pelayanan kefarmasian yaitu proses perencanaan khusus penganggaran dan penetapan prioritas belum bisa dilakukan oleh IFRS. Selain itu, waktu tunggu pemesanan obat masih belum dilakukan kajian karena keterbatasan metode, dana dan tenaga. Instalasi Farmasi Hospital Nacional Guido Valadares bertanggung jawab untuk penyimpanan dan pendistribusian obat. Pengadaan obat di rumah sakit menggunakan sistem terpusat. Harga, ketersediaan dan mutu obat merupakan kewenangan dari Kementerian Kesehatan melalui SAMES.IP. Instalasi Farmasi Hospital Nacional Guido Valadares sudah berusaha melakukan pelayanan pendistribusian yang menjamin mutu, stabilitas, jenis, jumlah, dan ketepatan waktu. Selain itu, sistem distribusi di unit pelayanan IFRS menggunakan sistem resep individu dan sistem kombinasi antara individu dan floor stock. Kesimpulan: Kesimpulan penelitian ini yaitu manajemen pelayanan kefarmasian di HNGV Dili berdasarkan Permenkes RI No. 72 tahun 2016 telah berjalan namun masih ditemukan beberapa masalah dalam pelaksanaannya.

https://doi.org/10.36763/healthcare.v11i1.228
PDF (Bahasa Indonesia)

Downloads

Download data is not yet available.