Abstrak
Interprofessional Interprofessional Education (IPE) merupakan pendekatan pembelajaran yang bertujuan mengembangkan kompetensi kolaborasi mahasiswa profesi kesehatan guna meningkatkan mutu dan keselamatan pelayanan kesehatan. Berbagai metode pembelajaran dalam IPE diduga memberikan kontribusi yang berbeda terhadap pengembangan keterampilan kolaboratif mahasiswa. Penelitian ini bertujuan membandingkan efektivitas metode roleplay dan diskusi kasus terhadap kompetensi kolaborasi mahasiswa kesehatan. Penelitian kuantitatif dengan desain one-group repeated measures dilakukan pada 86 mahasiswa kesehatan yang dipilih menggunakan teknik simple random sampling. Seluruh responden memperoleh kedua metode pembelajaran, yaitu diskusi kasus dan roleplay berbasis skenario. Kompetensi kolaborasi diukur menggunakan instrumen Interprofessional Collaborative Competency Attainment Survey (ICCAS). Analisis data dilakukan menggunakan uji Wilcoxon Signed Rank Test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rerata skor ICCAS setelah metode roleplay (4,36 ± 0,62) sedikit lebih tinggi dibandingkan diskusi kasus (4,35 ± 0,62), namun perbedaan tersebut tidak signifikan secara statistik (p = 0,367). Temuan ini menunjukkan bahwa metode roleplay dan diskusi kasus memiliki efektivitas yang relatif setara dalam memfasilitasi pengembangan kompetensi kolaborasi mahasiswa kesehatan. Oleh karena itu, kedua metode dapat digunakan sebagai alternatif strategi pembelajaran IPE sesuai dengan tujuan pembelajaran dan konteks pendidikan yang tersedia.

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Hak Cipta (c) 2026 Ellyda Septiani Pramita, Niken Anggraini Sri Saputri