Abstrak
Kecelakaan Kerja pada petani dapat disebabkan oleh berbagai faktor termasuk faktor Lingkungan Kerja, Faktor peralatan dan mesin, Faktor pekerja itu sendiri dan Faktor manajemen dan organisasi Kerja (World HealthOrganization, 2018). Penelitian yang dilakukan oleh Rismayani 2025 menemukan bahwa perilaku kerja tidak aman merupakan faktor risiko penting dalam terjadinya kecelakaan kerja pada sektor pertanian, khususnya pada petani sayur (Rismayani, B., Akbar, H., Asri, A. M. D., & Yusriani, 2025). Penelitian yang dilakukan oleh Dewi menunjukkan bahwa pekerja yang melakukan unsafe condition memiliki risiko kecelakaan kerja lebih tinggi dibandingkan dengan yang bekerja dengan kondisi lingkungan yang aman kondisi ini menjadi faktor penting di sektor pertanian (Dewi, S. N., & Wahyuningsih, 2023). Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui hubungan antara unsafe action dan unsafe condition pada petani Hortikultura di Desa Bongkudai Timur Kecamatan Bolaang Mongondow Timur. Jenis penelitian ini merupakan studi analitik observasional dengan desain potong lintang (cross sectional). Penelitian ini di lakukan pada wilayah Perkebunan Desa Bongkudai Timur, jumlah Populasi penelitian yaitu 126 petani sampel diambil dengan menggunakan total sampling yaitu 126 responden. Analisis data menggunakan uji Chi-Square. Hasil dari penelitian ini menunjukkan terdapat hubungan antara unsafe action dengan kecelakaan kerja nilai p-value 0.023, kemudian terdapat hubungan antara unsafe condition dengan kecelakaan kerja nilai p-value 0.013

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Hak Cipta (c) 2026 Moh. Rizki Fauzan, Ni Wayan Dimkatni, Queenlie Sumaiku, Sarman