Abstrak
Tuberkulosis (TB) paru merupakan salah satu penyakit menular yang masih menjadi masalah kesehatan utama di Indonesia. Peningkatan kejadian TB paru terutama terjadi pada individu dengan status gizi yang tidak normal, kebiasaan merokok, dan tindakan pencegahan yang kurang. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian TB paru di wilayah kerja Puskesmas Merdeka, Kota Palembang, pada tahun 2024.
Penelitian ini menggunakan desain case-control dan dilakukan pada bulan Juni-Juli 2024. Populasi penelitian adalah seluruh penderita TB paru yang masih dalam pengobatan di Puskesmas Merdeka, dengan sampel sebanyak 76 responden yang terdiri dari 38 kasus dan 38 kontrol. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan observasi, serta dianalisis menggunakan uji regresi logistik berganda.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa status gizi, kebiasaan merokok, dan tindakan pencegahan berhubungan signifikan dengan kejadian TB paru. Status gizi yang tidak normal, merokok aktif, dan kurangnya tindakan pencegahan meningkatkan risiko terjadinya TB paru. Model regresi logistik menunjukkan bahwa ketiga faktor tersebut berkontribusi secara signifikan terhadap peningkatan risiko kejadian TB paru.
Simpulan dari penelitian ini adalah bahwa perbaikan status gizi, pengurangan kebiasaan merokok, dan peningkatan tindakan pencegahan sangat penting untuk menurunkan risiko kejadian TB paru di wilayah kerja Puskesmas Merdeka.