PENERAPAN POSISI SEMI FOWLER PADA PASIEN CHF DENGANGANGGUAN PERTUKARAN GAS DI RUANG CVCU DI RUMAHSAKIT UMUM DAERAH ARIFIN ACHMADPROVINSI RIAU
Kata Kunci:
Gagal Jantung Kongestif (CHF),Posisi Semi-Fowler,Gangguan Pertukaran GasAbstrak
Penyakit Congestive Heart Failure (CHF) merupakan sindrom klinis kronis di mana
jantung tidak sanggup memompa darah sesuai kebutuhan tubuh, sehingga menyebabkan
penumpukan cairan (kongesti) di paru yang mengganggu difusi oksigen, mengakibatkan
hipoksemia dan menjadikan gangguan pertukaran gas sebagai diagnosis keperawatan
yang sangat relevan (King, 2022). Pada studi pendahuluan di Cardiac and Vascular Care
Unit (CVCU) RSUD Arifin Achmad Provinsi Riau terhadap lima pasien dengan masalah
jantung menunjukkan rata-rata saturasi oksigen hanya 89 %, meskipun sudah
menggunakan Non-Rebreathing Mask (NRM) ataupun nasal kanul, frekuensi napas
tercatat lebih dari 20 kali/menit, mengindikasikan gangguan oksigenasi yang persisten,
sementara konsistensi penerapan posisi Semi Fowler terganggu karena pasien kembali ke
posisi supine saat tidur.
Penelitian quasi eksperimental di Indonesia membuktikan bahwa posisi Semi-Fowler
secara signifikan meningkatkan saturasi oksigen pada pasien Congestive Heart Failure
(CHF) di Sumedang, rata-rata saturasi naik dari 90,50 % menjadi 94,25 % pada posisi
45°, dan mencapai 96,50 % pada posisi Fowler 90° (Wirawan et al., 2022). Sebuah
penelitian lain di Kalimantan Barat menunjukkan peningkatan saturasi yang signifikan (p
= 0,0004) serta perbaikan kualitas tidur dan kenyamanan napas setelah posisi Semi-
Fowler diterapkan (Novikadarti Rahmah et al., 2024). Tinjauan sistematik nasional
melaporkan bahwa dari tujuh penelitian eksperimental, sebagian besar
merekomendasikan posisi Semi Fowler sebagai intervensi yang tepat untuk pasien
Congestive Heart Failure (CHF) (Purnamayanti et al., 2023).



