Asuhan Keperawatan Pasien Halusinasi Pendengaran Dengan Penerapan Terapi Music Klasik Beethoven di Rumah Sakit Jiwa Tampan Pekanbaru

Penulis

  • Riska Riska Institut Payung Negeri Pekanbaru
  • Eka Malfasari
  • Rina Herniyanti
  • Fitri Erlin

Kata Kunci:

skizofrenia, halusinasi pendengaran, terapi musik klasik, Beethoven, Evidence-based nursing practice

Abstrak

Gangguan mental adalah kondisi kompleks yang memengaruhi berbagai aspek kehidupan manusia, termasuk emosi, suasana hati, proses berpikir, dan perilaku. Salah satu gangguan kejiwaan yang paling umum ditemukan di fasilitas kesehatan mental adalah skizofrenia, yang sering ditandai dengan halusinasi pendengaran. Halusinasi ini, biasanya dalam bentuk suara atau bisikan, dapat menyebabkan ketakutan, kecemasan, dan kebingungan, yang menyebabkan gangguan fungsi sosial dan kualitas hidup. Penanganan halusinasi umumnya melibatkan terapi farmakologis; Namun, banyak pasien terus mengalami gejala meskipun ada pengobatan. Oleh karena itu, intervensi non-farmakologis seperti terapi musik klasik, khususnya komposisi Beethoven, semakin dianggap sebagai perawatan suportif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas terapi musik klasik Beethoven dalam mengurangi halusinasi pendengaran pada pasien gangguan jiwa di RS Tampan, Provinsi Riau. Implementasi Evidence-Based Nursing Practice (EBN) menggunakan pendekatan eksperimental dengan evaluasi pre-test dan post-test dilakukan selama lima hari. Dua pasien yang didiagnosis dengan skizofrenia dan halusinasi pendengaran dipilih sebagai subjek. Terapi musik klasik diberikan sekali sehari selama 10-15 menit menggunakan headphone di lingkungan yang tenang. Hasilnya menunjukkan penurunan intensitas halusinasi yang signifikan setelah terapi. Kedua pasien menunjukkan peningkatan persepsi sensorik, berkurangnya frekuensi mendengar suara, dan peningkatan konsentrasi dan orientasi lingkungan. Berdasarkan penilaian Standar Hasil Keperawatan Indonesia (SLKI), perbaikan diamati di seluruh indikator seperti konsentrasi, orientasi, dan respons verbal. Temuan ini menunjukkan bahwa terapi musik klasik Beethoven memberikan efek menenangkan dan relaksasi yang membantu pasien mengalihkan perhatian dari suara halusinasi, mengurangi kecemasan, dan meningkatkan kesejahteraan emosional secara keseluruhan. Kesimpulannya, terapi musik klasik Beethoven terbukti menjadi intervensi non-farmakologis yang efektif untuk mengurangi halusinasi pendengaran dan meningkatkan stabilitas kognitif dan emosional pasien dengan gangguan mental. Terapi ini dapat diintegrasikan sebagai intervensi keperawatan berbasis bukti pelengkap dalam pengaturan perawatan psikiatri.

Unduhan

Data unduhan tidak tersedia.

Diterbitkan

2026-02-26