PENERAPAN KOMPRES HANGAT BAWANG MERAH DALAM MENURUNKAN DEMAM PADA ANAK POST-IMUNISASI DPTDI DESA PANCURAN GADING
Kata Kunci:
Demam; Kompres bawang merah hangat; AEFIAbstrak
Demam adalah Kejadian Buruk Setelah Imunisasi (AEFI) yang paling umum pada bayi, terutama setelah pemberian vaksin DPT. Kondisi ini dapat menyebabkan ketidaknyamanan seperti rewel, gelisah, dan gangguan aktivitas; oleh karena itu, diperlukan intervensi non-farmakologis yang efektif dan aman. Studi ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kompres bawang merah hangat terhadap penurunan suhu tubuh pada anak yang mengalami demam setelah imunisasi DPT. Desain penelitian menggunakan pendekatan studi kasus deskriptif dengan dua responden bayi yang memenuhi kriteria inklusi: mengalami demam dalam 24 jam pertama setelah imunisasi, tidak menggunakan antipiretik, dan belum pernah menerima terapi kompres bawang merah hangat sebelumnya.
Responden pertama adalah bayi perempuan berusia 4 bulan dengan suhu awal 38,5°C, sedangkan responden kedua adalah bayi perempuan berusia 3 bulan dengan suhu awal 38,8°C. Diagnosis keperawatan untuk kedua responden adalah hipertermia terkait respons inflamasi akibat imunisasi, ditandai dengan peningkatan suhu tubuh, rewel, dan ketidaknyamanan. Intervensi dilakukan dengan menggunakan kompres bawang merah hangat selama 20–30 menit, dua kali sehari, selama tiga hari. Hasilnya menunjukkan penurunan suhu tubuh menjadi 37,4°C pada responden pertama dan 37,5°C pada responden kedua setelah intervensi, disertai dengan berkurangnya rewel dan meningkatnya kenyamanan.
Temuan ini menunjukkan bahwa kompres bawang merah hangat efektif dalam menurunkan suhu tubuh pada anak setelah imunisasi DPT dan dapat berfungsi sebagai terapi non-farmakologis alternatif untuk mengatasi AEFI (Acute Equivalent of Fever/Kejadian Tidak Diinginkan Setelah Imunisasi). Metode ini juga dianggap praktis, aman, dan dapat diterapkan oleh keluarga untuk digunakan di rumah.



