Penerapan Relaksasi Otot Progresif pada Pasien Hipertensi dengan Perfusi Perifer yang Tidak Efektif di ruang Mawar Rumah Sakit Arifin Achmad, Provinsi Riau

Penulis

  • Khesy Rahmavita S institut kesehatan payung negri pekanbaru
  • Angga Arfina
  • M. Zul’irfan
  • Ulfa Hasanah

Kata Kunci:

Hipertensi; Perfusi Perifer Tidak Efektif; Relaksasi Otot Progresif; Tekanan Darah; Praktik Berbasis Bukti.

Abstrak

Hipertensi merupakan masalah kesehatan global yang ditandai dengan tekanan darah sistolik ≥140 mmHg dan/atau diastolik ≥90 mmHg. Peningkatan tekanan darah yang persisten dapat menyebabkan komplikasi, salah satunya adalah Perfusi Perifer Tidak Efektif, yang ditandai dengan gangguan sirkulasi darah ke ekstremitas, seperti akral terasa dingin dan waktu pengisian kapiler yang memanjang. Di Indonesia, prevalensi hipertensi telah mencapai 34,1%, sedangkan di Provinsi Riau terjadi peningkatan dari 22,8% pada tahun 2021 menjadi 32,5% pada tahun 2022. Penatalaksanaan hipertensi memerlukan intervensi yang komprehensif, baik secara farmakologis maupun nonfarmakologis.
Studi kasus ini bertujuan untuk menerapkan terapi Progressive Muscle Relaxation (PMR) sebagai intervensi nonfarmakologis dalam mengatasi masalah Perfusi Perifer Tidak Efektif pada pasien hipertensi. Metode yang digunakan adalah studi kasus dengan pendekatan asuhan keperawatan dan Evidence-Based Practice (EBP) yang dilaksanakan selama lima hari di Ruang Mawar RSUD Arifin Achmad Provinsi Riau terhadap dua orang pasien. Terapi PMR dilakukan sebanyak empat kali dalam satu minggu dengan durasi 15 menit setiap sesi, melalui siklus kontraksi dan relaksasi otot secara sistematis. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi tekanan darah, kekuatan nadi perifer, warna kulit, dan kondisi akral sebelum dan sesudah intervensi.
Hasil penerapan terapi PMR selama lima hari menunjukkan adanya penurunan rata-rata tekanan darah sistolik sebesar 15 mmHg dan diastolik sebesar 10 mmHg pada kedua pasien. Selain itu, terjadi perbaikan indikator perfusi perifer yang ditandai dengan akral terasa hangat, waktu pengisian kapiler menurun dari >3 detik menjadi <3 detik, serta nadi perifer teraba lebih kuat. Terapi Progressive Muscle Relaxation terbukti efektif dalam menurunkan tekanan darah dan memperbaiki gejala Perfusi Perifer Tidak Efektif pada pasien hipertensi. Oleh karena itu, terapi PMR direkomendasikan untuk diintegrasikan secara sistematis ke dalam standar asuhan keperawatan pasien hipertensi di Ruang Mawar RSUD Arifin Achmad Provinsi Riau

Unduhan

Data unduhan tidak tersedia.

Diterbitkan

2026-03-02