Pengaruh Terapi Latihan Jalan Cepat terhadap Kadar Glukosa Darah pada Pasien Diabetes Melitus

Penulis

  • Helmia Putri Institut Kesehatan Payung Negeri Pekanbaru
  • Angga Arfina
  • Sri Yanti
  • Afrida Sriyani Harahap

Kata Kunci:

Latihan Jalan Cepat; Diabetes Melitus; Kadar Glukosa Darah

Abstrak

Latar Belakang: Diabetes melitus (DM) merupakan gangguan metabolik yang ditandai dengan peningkatan kadar glukosa darah di atas batas normal. Kadar glukosa darah yang tinggi dan tidak terkontrol dapat menyebabkan komplikasi serius seperti penyakit jantung, kerusakan ginjal, dan kebutaan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh terapi latihan jalan cepat terhadap kadar glukosa darah pada pasien diabetes melitus di wilayah kerja Puskesmas Garuda. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain quasi-eksperimen menggunakan pendekatan pre-test dan post-test tanpa kelompok kontrol. Penelitian dilaksanakan pada bulan Februari dengan pemberian intervensi terapi latihan jalan cepat kepada 36 responden. Jumlah responden ditentukan menggunakan teknik purposive sampling sesuai dengan kriteria inklusi dan eksklusi. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini meliputi SOP, glucometer (Easy Touch), dan lembar observasi. Analisis data yang digunakan adalah analisis univariat dan bivariat dengan uji statistik paired test. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata kadar glukosa darah sebelum intervensi (pre-test) adalah 247,39 mg/dl dan setelah intervensi (post-test) sebesar 196,58 mg/dl. Kesimpulan: Hasil uji statistik menunjukkan nilai p sebesar 0,000 (< 0,05), sehingga H₀ ditolak. Dengan demikian, terdapat perbedaan rata-rata kadar glukosa darah sebelum dan sesudah diberikan terapi latihan jalan cepat. Terapi latihan jalan cepat direkomendasikan sebagai salah satu bentuk aktivitas fisik yang dapat dilakukan secara mandiri oleh penderita diabetes melitus.

Unduhan

Data unduhan tidak tersedia.

Diterbitkan

2026-01-29