Pengaruh Teknik Relaksasi Otot Progresif terhadap Tekanan Darah pada Lansia dengan Hipertensi di UPT Tresna Werdha Khusnul Khotimah Kota Pekanbaru
Kata Kunci:
Relaksasi Otot Progresif; Hipertensi; LansiaAbstrak
Latar Belakang: Hipertensi merupakan peningkatan tekanan darah di atas nilai normal yang sering terjadi pada lansia akibat penurunan fungsi organ. Jika tidak ditangani, hipertensi dapat menyebabkan komplikasi serius seperti penyakit jantung dan stroke. Selain terapi farmakologis, relaksasi otot progresif merupakan salah satu metode nonfarmakologis yang dapat membantu menurunkan tekanan darah dengan cara merelaksasikan otot secara bertahap. Metode: Penelitian ini menggunakan desain quasi experimental dengan rancangan One Group Pretest-Posttest Design. Sampel penelitian berjumlah 19 lansia penderita hipertensi yang diambil menggunakan teknik total sampling. Pengukuran tekanan darah dilakukan menggunakan sphygmomanometer digital merek Omicron. Intervensi yang diberikan berupa 14 gerakan relaksasi otot progresif yang dilakukan selama lima hari berturut-turut. Hasil: Rata-rata tekanan darah sistolik dan diastolik sebelum intervensi adalah 152,37/96,21 mmHg, dan mengalami penurunan menjadi 150,32/94,26 mmHg setelah intervensi. Hasil analisis statistik menggunakan uji Paired t-test menunjukkan nilai p pretest sebesar 0,001 dan nilai p posttest sebesar 0,002, yang menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan sebelum dan sesudah intervensi. Kesimpulan: Relaksasi otot progresif diharapkan dapat menjadi salah satu metode alternatif dalam pengelolaan hipertensi pada lansia, khususnya di lingkungan pelayanan sosial.



