Pengaruh teh kulit melinjo terhadap kadar gula darah pada pasien diabetes melitus tipe 2 di Puskesmas Garuda, Kota Pekanbaru.
Kata Kunci:
diabetes mellitus, teh herbal, kulit melinjo,kadar gula darahAbstrak
Latar Belakang: Prevalensi diabetes mellitus (DM) terus meningkat. Federasi Diabetes Internasional memprediksi bahwa pada tahun 2030, akan ada 642,7 juta orang yang menderita DM. Obat antidiabetes oral yang dikonsumsi dalam jangka panjang dapat menyebabkan efek samping seperti mual dan diare serta meningkatkan risiko hipoglikemia. Alternatif lain diperlukan dalam pengobatan diabetes mellitus, salah satunya adalah dengan herbal, yaitu kulit melinjo yang diolah menjadi teh. Kulit melinjo mengandung senyawa flavonoid yang dapat menurunkan kadar gula darah dengan berperan sebagai penghambat enzim α-glukosidase. Tujuan: untuk menentukan efek pemberian teh kulit melinjo terhadap kadar gula darah pasien diabetes mellitus tipe 2 di Pusat Kesehatan Garuda, Kota Pekanbaru. Metode: metode penelitian kuantitatif dengan desain quasi-eksperimental pre dan post-test tanpa kelompok kontrol. Sampling menggunakan teknik purposive sampling dengan sampel 15 orang penderita DM tipe 2 di wilayah kerja Pusat Kesehatan Garuda, Kota Pekanbaru. Alat penelitian menggunakan lembar observasi dan glucometer yang terkalibrasi. Hasil: Penelitian menggunakan uji statistik Wilcoxon dengan peringkat negatif 12 dan rentang positif 3, artinya terdapat 12 responden yang mengalami penurunan kadar gula darah dan 3 responden yang mengalami peningkatan kadar gula darah setelah diberikan intervensi teh kulit melinjo, dengan nilai p = 0.012. Kesimpulan: Terdapat efek pemberian teh kulit melinjo terhadap kadar gula darah pasien diabetes mellitus tipe 2 di Pusat Kesehatan Garuda, Kota Pekanbaru. Saran untuk penelitian lebih lanjut adalah mengontrol faktor-faktor yang dapat mempengaruhi kadar gula darah.



