PENERAPAN TERAPI RELAKSASI OTOT PROGRESIF TERHADAP KUALITAS TIDUR PADA PASIEN CA MAMAE DI RUANGAN DAHLIA RSUD ARIFIN ACHMAD PROVINSI RIAU
Kata Kunci:
Kanker Payudara; Relaksasi Otot Progresif; Kualitas Tidur; PSQI; Intervensi NonfarmakologisAbstrak
Kanker payudara (Karsinoma Mammae) merupakan penyebab utama kematian akibat kanker pada wanita di seluruh dunia. Komplikasi utamanya adalah penurunan kualitas tidur yang signifikan akibat berbagai faktor, termasuk nyeri, efek samping pengobatan, kecemasan, dan depresi. Kurang tidur menghambat regenerasi sel yang krusial untuk pemulihan. Terapi Relaksasi Otot Progresif (PMR), sebuah teknik manajemen diri non-farmakologis, direkomendasikan untuk mengatasi efek ini dengan menstimulasi sistem parasimpatis dan mengurangi ketegangan otot. Penelitian ini bertujuan untuk mengimplementasikan dan mengevaluasi efek terapi PMR terhadap kualitas tidur pasien kanker payudara pascaoperasi. Desain studi kasus deskriptif dilakukan selama tiga hari berturut-turut di Bangsal Dahlia RSUD Arifin Achmad, Riau, dengan melibatkan dua pasien kanker payudara perempuan pascaoperasi (49 dan 55 tahun) yang mengalami gangguan tidur. Terapi PMR diberikan dua kali sehari (pagi dan sore) selama 20–30 menit per sesi, meliputi penegangan dan relaksasi otot secara sistematis yang dikombinasikan dengan pernapasan dalam. Kualitas tidur dinilai menggunakan Indeks Kualitas Tidur Pittsburgh (PSQI) baik sebelum maupun sesudah intervensi. Sebelum intervensi, Kasus A dan Kasus B melaporkan kuantitas tidur yang buruk (masing-masing 4 jam/malam dan 3 jam/malam) dan sering terbangun. Setelah tiga hari PMR, kedua responden menunjukkan peningkatan durasi tidur yang jelas dan peningkatan kualitas subjektif. Pada Hari ke-3, Kasus A mencapai 6 jam/malam dan Kasus B mencapai 5 jam/malam, dan keduanya tidak melaporkan keluhan kesulitan tidur/bangun dan merasa "lebih rileks." Mekanisme fisiologis ini dikaitkan dengan supresi Sistem Aktivasi Retikuler (RAS) dan peningkatan aktivitas parasimpatis. Penerapan terapi PMR merupakan intervensi nonfarmakologis yang efektif untuk meningkatkan kualitas tidur pasien kanker payudara. Intervensi ini secara signifikan meningkatkan kuantitas dan kualitas subjektif tidur, menunjukkan manfaatnya dalam mengelola gangguan tidur yang disebabkan oleh faktor fisik dan psikologis yang kompleks dalam pengaturan klinis.



