Socio-Demographic Characteristics and Routine Visits to Elderly Integrated Health Posts (Posyandu Lansia) : A Logistic Reggression in Pekanbaru
Kata Kunci:
Kata Kunci: lansia, kunjungan rutin, posyandu lansia, dukungan keluarga, status perkawinanAbstrak
Abstrak
Pendahuluan: Kehadiran rutin di posyandu lansia merupakan indikator kunci keterlibatan lansia dalam pelayanan kesehatan preventif. Namun, tingkat partisipasi masih belum konsisten dan dipengaruhi oleh berbagai faktor sosiodemografi dan keluarga. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara karakteristik lansia dan kemungkinan partisipasi rutin mereka dalam kegiatan posyandu lansia. Metode: Penelitian kuantitatif deskriptif-analitik ini menggunakan desain potong lintang yang dilakukan dari September 2024 hingga Februari 2025. Sebanyak 93 responden berusia 60 tahun ke atas dipilih secara purposive sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner terstruktur yang mencakup karakteristik sosiodemografi, pengetahuan, dukungan keluarga, dan peran kader kesehatan. Instrumen ini menunjukkan reliabilitas tinggi dengan alpha Cronbach sebesar 0,931. Data dianalisis menggunakan regresi logistik biner pada tingkat signifikansi 5%. Hasil: Model menunjukkan Pseudo R² sebesar 0,1783 dan nilai-p LLR sebesar 0,08785, yang menunjukkan bahwa sekitar 17,8% varians kunjungan rutin dapat dijelaskan oleh variabel independen. Status perkawinan (menikah) berhubungan signifikan dengan kemungkinan kunjungan rutin yang lebih tinggi (B = 1,3459; p = 0,047), sedangkan tinggal bersama anak atau mertua menunjukkan hubungan negatif (B = -1,5339; p = 0,043). Responden tanpa pendidikan formal menunjukkan signifikansi marginal (p = 0,059). Variabel lain seperti usia, jenis kelamin, dan pekerjaan bukan merupakan prediktor yang signifikan. Akurasi model secara keseluruhan adalah 68%. Kesimpulan: Kunjungan rutin ke posyandu lansia terutama dipengaruhi oleh konteks sosial dan keluarga, terutama status perkawinan dan pengaturan tempat tinggal. Memperkuat sistem dukungan keluarga dan memberdayakan kader kesehatan dapat meningkatkan partisipasi lansia dalam program kesehatan berbasis masyarakat.
Kata Kunci: lansia, kunjungan rutin, posyandu lansia, dukungan keluarga, status perkawinan



