ASUHAN KEPERAWATAN PADA PASIEN RESIKO PERILAKU KEKERASAN DENGAN PEMBERIAN TERAPI RELAKSASI OTOT PROGRESIF
Kata Kunci:
Relaksasi Otot Progresif; Resiko Perilaku Kekerasan; Keperawatan JiwaAbstrak
Perilaku kekerasan merupakan salah satu gejala utama yang umum diamati pada pasien gangguan jiwa dan menimbulkan masalah serius dalam asuhan keperawatan jiwa. Meskipun pendekatan farmakologis sering digunakan, intervensi nonfarmakologis seperti terapi Relaksasi Otot Progresif (PMR) dianggap efektif dalam mengurangi ketegangan fisik dan emosional. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan implementasi asuhan keperawatan menggunakan PMR pada pasien berisiko perilaku kekerasan di Rumah Sakit Jiwa Tampan, Pekanbaru. Penelitian ini menggunakan pendekatan studi kasus yang melibatkan dua pasien yang didiagnosis berisiko perilaku kekerasan dan menunjukkan tanda-tanda agresivitas, seperti tatapan tajam, nada bicara keras, dan perilaku mengancam. Intervensi PMR dilakukan selama tiga hari berturut-turut, dengan setiap sesi berlangsung selama 15-20 menit. Hasilnya menunjukkan penurunan gejala perilaku kekerasan yang signifikan setelah intervensi, dengan pasien menunjukkan peningkatan pengendalian amarah, peningkatan ketenangan, dan berkurangnya ekspresi agresif. Terapi PMR memfasilitasi aktivasi sistem saraf parasimpatis, yang menurunkan stres fisiologis dan meningkatkan pengendalian diri pasien. Kesimpulannya, PMR efektif sebagai intervensi non-farmakologis dalam mengurangi gejala yang terkait dengan risiko perilaku kekerasan dan dapat berfungsi sebagai pendekatan alternatif dalam praktik keperawatan jiwa berbasis bukti.



