PENERAPAN POSISI TRIPOD PADA MASALAH KEPERAWATAN POLA NAPAS TIDAK EFEKTIF DI RUANGAN JASMIN RSUD ARIFIN ACHMAD PROVINSI RIAU
Kata Kunci:
Penyakit Paru Obstruktif Kronis, posisi tripod, pola pernapasan tidak efektif, intervensi keperawatan, saturasi oksigen, praktik keperawatan berbasis buktiAbstrak
Penyakit Paru Obstruktif Kronis (PPOK) adalah gangguan pernapasan jangka panjang yang ditandai dengan obstruksi jalan napas progresif dan ireversibel, yang tetap menjadi salah satu penyebab utama kematian secara global dan masalah kesehatan utama di Indonesia. Pasien dengan PPOK sering mengalami sesak napas atau dispnea, yang menyebabkan pola pernapasan yang tidak efektif dan gangguan oksigenasi. Untuk mengatasi masalah ini, intervensi keperawatan non-farmakologis seperti posisi tripod diperlukan untuk meningkatkan ekspansi dada, mengoptimalkan fungsi otot pernapasan, dan meningkatkan saturasi oksigen. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penerapan dan efektivitas posisi tripod pada pasien dengan pola pernapasan yang tidak efektif akibat PPOK di Bangsal Jasmin RSUD Arifin Achmad, Provinsi Riau. Implementasi menggunakan pendekatan studi kasus deskriptif dalam kerangka Evidence-Based Nursing Practice (EBN). Posisi tripod diterapkan sekali sehari selama tiga hari berturut-turut untuk tiga pasien PPOK, setiap sesi berlangsung sekitar sepuluh menit dan diulang tiga kali dengan interval istirahat di antara sesi. Evaluasi dilakukan dengan mengukur laju pernapasan dan saturasi oksigen sebelum dan sesudah intervensi, dan hasilnya dianalisis secara deskriptif menggunakan Standar Hasil Keperawatan Indonesia (SLKI). Hasilnya menunjukkan efek positif dari posisi tripod pada fungsi pernapasan. Pasien mengalami penurunan laju pernapasan dan peningkatan saturasi oksigen setelah intervensi. Laju pernapasan satu pasien menurun dari 24 menjadi 20 napas per menit dengan peningkatan saturasi oksigen dari 95% menjadi 98%, sedangkan laju pernapasan pasien lain menurun dari 22 menjadi 18 napas per menit dengan saturasi oksigen meningkat dari 95% menjadi 97%. Pasien juga melaporkan berkurangnya dispnea dan kenyamanan yang lebih besar selama bernapas. Kesimpulannya, penerapan posisi tripod terbukti efektif sebagai intervensi keperawatan non-farmakologis untuk pasien PPOK dengan pola pernapasan yang tidak efektif. Intervensi ini dapat meningkatkan perluasan dada, meningkatkan oksigenasi, dan memberikan kenyamanan yang lebih besar, menjadikannya komponen penting dari perawatan keperawatan bagi pasien dengan gangguan pernapasan.



