IMPLEMENTASI TERAPI MUSIK KLASIK TERHADAP PENURUNAN TANDA DAN GEJALA PADA PASIEN GANGGUAN PERSEPSI SENSORI (HALUSINASI PENDENGARAN) DI RUANGAN INDRAGIRI RUMAH SAKIT JIWA TAMPAN
Kata Kunci:
Halusinasi Pendengaran, Skizofrenia, Terapi Musik Klasik, MozartAbstrak
Halusinasi pendengaran merupakan salah satu gejala yang paling sering dialami pasien dengan skizofrenia. Terapi musik klasik, khususnya musik Mozart, dipercaya dapat memberikan efek menenangkan,meningkatkan konsentrasi, dan menurunkan tanda serta gejala halusinasi. Penerapan ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas terapi musik klasik dalam menurunkan tanda dan gejala halusinasi pendengaran pada pasien di Ruangan Indragiri Rumah Sakit Jiwa Tampan. Metode menggunakan studi kasus dengan pendekatan pre-test dan post test pada dua pasien dengan skizofrenia. Terapi diberikan selama tiga hari berturut-turut dengan durasi 10–15 menit per sesi. Instrumen yang digunakan
adalah lembar observasi tanda dan gejala halusinasi serta skala AHRS (Auditory
Hallucination Rating Scale). Hasil penerapan menunjukkan adanya penurunan signifikan pada tanda dan gejala halusinasi. Pasien ke-1 menunjukkan penurunan skor AHRS dari 12 (kategori berat) menjadi 4 (kategori ringan) dan hasil observasi tanda dan gejala dari julah 6 menjadi 2 tanda dan gejala, sedangkan
pasien ke-2 dari skor 10 (kategori berat) menjadi 3 (kategori ringan) dan hasil
observasi tanda dan gejala dari jumlah 6 menjadi 2. Kesimpulan dari penelitian ini adalah terapi musik klasik Mozart efektif dalam menurunkan tanda dan gejala halusinasi pendengaran, sehingga dapat dijadikan sebagai intervensi nonfarmakologis dalam asuhan keperawatan jiwa.



