Asuhan Keperawatan pada Pasien dengan Dispnea melalui Penerapan Posisi Semi-Fowler (30°–45°) untuk Meningkatkan Saturasi Oksigen di Ruang Intensive Care Unit (ICU) Rumah Sakit Umum Daerah Arifin Achmad
Kata Kunci:
Dispnea; Posisi Semi-Fowler; Saturasi Oksigen; Stroke; Praktik Keperawatan Berbasis BuktiAbstrak
Dispnea merupakan gejala yang sering dialami oleh pasien stroke yang dirawat di Intensive Care Unit (ICU) akibat melemahnya otot pernapasan dan gangguan ventilasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas penerapan posisi Semi-Fowler (30°–45°) dalam meningkatkan saturasi oksigen pada pasien stroke dengan dispnea. Intervensi dilakukan selama tiga hari berturut-turut dengan mengikuti kerangka proses keperawatan yang meliputi pengkajian, diagnosis, intervensi, implementasi, dan evaluasi, serta menggunakan pendekatan Evidence-Based Nursing Practice (EBNP). Intervensi dilaksanakan di ruang ICU Rumah Sakit Umum Daerah Arifin Achmad, Provinsi Riau. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi dan umpan balik pasien, kemudian dianalisis secara kualitatif menggunakan metode deskriptif. Indikator keberhasilan mengacu pada Standar Luaran Keperawatan Indonesia (SLKI), yang meliputi penurunan dispnea, perbaikan pola napas, penurunan penggunaan otot bantu pernapasan, serta peningkatan saturasi oksigen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan posisi Semi-Fowler efektif meningkatkan saturasi oksigen dari 90% menjadi 99%, menstabilkan frekuensi napas dari 28 menjadi 20 kali per menit, serta meningkatkan kenyamanan, relaksasi, dan toleransi aktivitas pasien. Temuan ini menunjukkan bahwa posisi Semi-Fowler merupakan intervensi keperawatan nonfarmakologis yang sederhana, aman, dan efektif dalam meningkatkan efisiensi pernapasan, stabilitas hemodinamik, serta mempercepat proses pemulihan pada pasien stroke dengan dispnea.



