Abstrak
Vaksinasi meningitis dan polio merupakan persyaratan penting bagi calon jamaah umrah untuk mencegah penularan penyakit dalam kerumunan berskala besar, namun pemaknaan jamaah terhadap vaksinasi masih beragam dan dipengaruhi oleh pengetahuan serta nilai religius. Penelitian ini bertujuan menggali makna vaksinasi dari perspektif filsafat ilmu berdasarkan dimensi ontologi, epistemologi, dan aksiologi. Menggunakan pendekatan kualitatif reflektif, penelitian melibatkan sepuluh calon jamaah umrah yang telah menjalani vaksinasi di Klinik Pratama UES Medika Pekanbaru. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dan dianalisis menggunakan reflexive thematic analysis. Hasil penelitian menunjukkan tiga pola pemaknaan, yaitu makna eksistensial–spiritual sebagai ikhtiar kesehatan dan kesiapan ibadah, makna campuran yang menggabungkan syarat administratif dan upaya kesehatan, serta makna minimal yang melihat vaksinasi sebagai prosedur teknis. Pengetahuan jamaah terbentuk dari informasi biro travel, tenaga kesehatan, serta klarifikasi medis dan keagamaan, sementara nilai moral dan tanggung jawab sosial menjadi landasan sikap sebagian besar informan. Integritas tenaga kesehatan juga dinilai penting, terutama terkait penolakan permintaan sertifikat tanpa vaksinasi. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pengalaman vaksinasi merupakan perpaduan antara pemaknaan keberadaan, proses pembentukan pengetahuan, dan nilai moral, dengan perawat berperan sentral melalui edukasi holistik yang sensitif terhadap nilai agama dan etika profesional.

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Hak Cipta (c) 2026 Luthi Pratiwi, Siti Rahmalia Hairani Damanik, Amalia Yunita, Etra Fianus Hendri, Mutiara Pertiwi, Suhud