Abstrak
Terjadi penurunan pemanfaatan pelayanan kesehatan oleh peserta BPJS ditunjukan dengan data persentase kunjungan tahun 2020 sebesar (12,54%), tahun 2021 sebesar 16,83% dan pada tahun 2022 sampai dengan bulan Oktober sebesar 11,46%. Determinan pemanfataan pelayanan kesehatan dipengaruhi oleh keterpaparan informasi, pengetahuan, pendapatan, dukungan keluarga dan keluhan penyakit. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui determinan pemanfaatan pelayanan kesehatan oleh peserta Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Kesehatan (BPJS). Jenis penelitian yang digunakan adalan survei analitik dengan pendekatan cross sectionall. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh peserta BPJS di Wilayah Puskesmas Ligung periode tahun 2022 sebanyak 29.303 orang, sampel sebanyak 100 orang. Teknik sampel yang digunakan yaitu Probability Proportional to Size Sampling (PPS Sampling), instrumen yang digunakan adalah kuesioner, metode pengumpulan data menggunakan angket dan analisis data menggunakan uji chi square. Hasil penelitian diperoleh ada hubungan antara keterpaparan informasi p value 0,000 (<0,05), pengetahuan p value 0,000 (<0,05), dukungan keluarga p value 0,000 (<0,05) dan keluhan penyakit p value 0,000 (<0,05) dengan pemanfaatan pelayanan kesehatan oleh peserta BPJS di Puskesmas Ligung. Tidak ada hubungan antara pendapatan dengan pemanfaatan pelayanan kesehatan oleh peserta BPJS di Puskesmas Ligung dengan nilai p-value 0,601 (>0,05).