Abstrak
Latar Belakang: Salah satu hal yang dapat menyebabkan hambatan dalam pemberian ASI eksklusif adalah terdapat masalah pembengkakan payudara, hal ini dipengaruhi oleh terjadinya pengecilan dari duktus laktiferus oleh kelenjar yang tidak dikosongkan dengan baik, sebagian besar merasakan payudara bengkak, merah, keras, nyeri, dan terasa panas. Kompres daun kubis pada payudara yang mengalami pembengkakan dapat dilakukan sebagai terapi non farmakologi, karena dapat mengurangi pembengkakan di payudara. Tujuan: Mengidentifikasi efektifitas daun kubis untuk mengurangi pembengkakan payudara pada masa nifas di Wilayah Kerja Puskesmas Mataraman. Metode: Jenis penelitian ini menggunakan eksperimen sesungguhnya berbentuk control-group pretest-posttest design. Penelitian ini membandingkan efektivitas pemberian kompres daun kubis dengan penurunan skala pembengkakan pada payudara antara sebelum dan sesudah pemberian kompres daun kubis dengan kelompok kontrol. Hasil: Penurunan skala pembengkakan payudara setelah pemberian kompres daun kubis diukur pada waktu pagi, siang dan sore. Waktu sore adalah waktu penurunan terbesar dengan skala 2 (sedikit perubahan pada payudara), yaitu sebanyak 11 orang (73,3%), sedangkan sisanya hanya 4 orang (26,7%) dengan skala 1 (payudara lembek, tidak ada perubahan pada payudara).Simpulan: Pemberian terapi kompres daun kubis memiliki efektifitas mengurangi pembengkakan payudara dibandingkan dengan kelompok yang tidak diberikan. Waktu optimal penurunan pembengkakan adalah pada sore hari.