Abstrak
Pengelolaan diabetes melitus yang kurang optimal menyebabkan salah satu tingginya penyakit DM hal ini berkaitan dengan self efficacy penderita yang masih rendah Terlihat di indonesia penyakit diabetes berada diperingkat kelima sebanyak 19,47 juta. Penelitian ini bertujuan untuk mengatahui hubungan self efficacy terhadap kepatuhan latihan fisik pada penderita diabetes melitus tipe 2. Jenis penelitian yang digunakan yaitu kuantitatif dengan pendekatan cross sectional dengan jumlah sampelĀ 81 responden di Wilayah Kerja Puskemas Rejosari Kota Pekanbaru. Teknik pengambilan sampel menggunakan Purpose sampling. Analisis yang digunakan adalah univariat dan bivariat dengan hasil yang diperoleh terdapat hubungan self efficacy terhadap kepatuhan latihan fisik pada penderita diabetes melitus tipe 2 dengan menggunakan uji pearson chi square. Hasil penelitian ini didapat bahwa penderita yang mengalami diabetes melitus yaitu berusia rata-rata 58,14 tahun mayoritas berjenis kelamin perempuan yaitu berjumlah 59 orang (72,8%), sedangkan tingkat pendidikan responden paling banyak adalah tamat SMA yaitu berjumlah 25 orang (30,9%). Pekerjaan responden mayoritas sebagai IRT yaitu berjumlah 36 orang (44,4%). Sedangkan untuk lama menderita diabetes melitus, responden menderita selama < 5 tahun yaitu berjumlah 46 orang (56,8%). Hasil uji statistik didapatkan p value sebesar 0,000 (< 0,05), sehingga terdapat hubungan yang signifikan antara self efficacy terhadap latihan fisik pada penderita diabetes melitus tipe 2. Diharapkan dengan adanya penelitian ini dapat digunakan bagi penderita sebagai informasi untuk dapat meningkatkan self efficacy dalam melakukan latihan fisik yang dimana sangat berperan dalam proses perawatan DM.