Abstrak
Pendahuluan: Membiasakan minum air putih khususnya pada anak usia prasekolah sangat sulit, anak-anak tersebut hanya mau minum air putih pada saat sedang makan saja, sehingga hal ini perlu diperhatikan terutama pada anak prasekolah yang mengalami penyakit infeksi. Keseimbangan cairan dan elektrolit merupakan salah satu elemen konservasi energi. Tujuan pendidikan kesehatan tentang cairan dan elektrolit pada anak akan membuat ibu menjadi Mengerti, memahami dan mampu mengambil keputusan yang sesuai jika menjumpai / terjadi tanda dehidrasi pada anak. Tujuan penelitian untuk mengetahui efektivitas pendidikan kesehatan tentang kebutuhan cairan pada anak berpengaruh terhadap tingkat pengetahuan ibu tentang kebutuhan cairan anak yang di rawat di Ruangan Anak. Metode: Penelitian ini menggunakan jenis kuantitatif dengan desain Quasi Eksperimen. Populasi adalah ibu pasien anak. Sampel berjumlah 30 responden dengan teknik pengambilan purposive sampling. Alat ukur yang digunakan adalah kuesioner tingkat pengetahuan ibu terhadap kebutuhan cairan pada anak yang telah dilakukan uji validitas dengan p value: 0,05 dan uji reliabilitas dengan alfa cronbach’s: 0,924, sehingga dapat disimpulkan 25 item pertanyaan valid dan reliabel. Analisis yang digunakan adalah analisis bivariat menggunakan uji Wilcoxon. Hasil: variabel pengetahuan sebelum diberikan pendidikan kesehatan tentang kebutuhan cairan anak mayoritas memiliki pengetahuan kurang sebanyak 17 responden (56,7%). Sesudah diberikan pendidikan kesehatan tentang kebutuhan cairan anak maka pengetahuan responden meningkat menjadi baik yaitu sebanyak 20 responden (66,7%) dengan hasil uji chi square dengan p value: 0,002. Kesimpulan:Pendidikan kesehatan efektif terhadap tingkat pengetahuan ibu tentang kebutuhan cairan anak yang di Rawat di Ruangan Anak RSUD Arifin.