Abstrak
Pendahuluan : Pandemi COVID-19 mengakibatkan perubahan dalam proses hidup sehingga dapat menyebabkan masalah kesehataan jiwa. Khususnya individu yang pernah menjalani isolasi karena COVID-19, individu harus dibatasi interaksi dan kegiatannya selama isolasi yang menyebabkan perubahan situasi setelahnya. Tujuan penelitian ini untuk mendapatkan gambaran kesehatan jiwa individu saat kembali ke lingkungan masyarakat pasca isolasi akibat COVID-19. Metode : Penelitian ini menggunakan desain penelitian survei deskriptif. Sampel penelitian adalah 100 responden yang diambil berdasarkan kriteria inklusi menggunakan teknik snowball sampling. Hasil : Hasil penelitian menunjukkan 33 orang (33%) mengalami masalah kesehatan jiwa. Dengan keluhan terbanyak yaitu gejala PTSD (11%), lalu keluhan lain berupa masalah psikologis (2%), gejala psikotik (2%), dan tidak ditemukan indikasi penggunaan zat adiktif, namun terdapat individu yang mengalami lebih dari satu masalah kesehatan jiwa, yang terbanyak sebesar (8%) yaitu mengalami masalah psikologis, gejala psikotik dan gejala PTSD, lalu masalah psikologis dan gejala PTSD (5%), gejala psikotik dan gejala PTSD (4%), masalah psikologis dan gejala psikotik (1%). Kesimpulan : Perlu ada penanganan lebih lanjut terhadap kondisi kesehatan jiwa individu pasca isolasi karena COVID-19.