Study Retrospektif Kejadian Stunting Pada Balita
PDF

Kata Kunci

Antenal, Balita, Postnatal, Stunting

Cara Mengutip

Study Retrospektif Kejadian Stunting Pada Balita. (2022). HEALTH CARE: JURNAL KESEHATAN, 11(1), 215-224. https://doi.org/10.36763/healthcare.v11i1.235

Abstrak

Stunting merupakan salah satu permasalahan gizi yang terjadi di dunia, khususnya di negara miskin dan berkembang termasuk di Indonesia. Stunting juga dapat digunakan sebagai indikator pertumbuhan anak yang mengindikasikan kekurangan gizi kronis Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor predictor kejadian stunting berdasarkan aspek antenatal care dan postnatal care. Penelitian merupakan penelitian kuantitatif analitik dengan pendekatan case-control study yang melibatkan 90 ibu yang memiliki anak usia 24-59 bulan yang berdomisi di daerah pesisir Kabupaten Kolaka. Data diolah menggunakan aplikasi SPSS, dan diuji dengan Odds Ratio (OR) test. Jika nilai LL-UL tidak mengandung nilai 1 maka dianggap signifikan. Variabel prediktor/independen, terlihat bahwa faktor risiko riwayat pemberian suplementasi zink terhadap kejadian memiliki nilai OR sebesar 9,846 (3,717-26,083). Artinya bahwa balita yang konsumsi zink tidak teratur berisiko sebesar 9,8 menderita stunting. Faktor risiko riwayat kecacingan terhadap kejadian stunting memiliki nilai OR sebesar 7,608 (2,981-19,4176,089), artinya bahwa balita yang memiliki riwayat kecacingan berisiko sebesar 7,6 kali menderita stunting. Faktor risiko riwayat pemberian ASI ekslusif terhadap kejadian stunting memiliki nilai OR sebesar 4,984 (2,028-12,253), artinya bahwa balita yang mendapatkan ASI eksklusif kurang 6 bulan berisiko sebesar 4,9 kali menderita stunting. Kejadian stunting pada balita di Kabupaten Kolaka, dipengaruhi oleh pemberian ASI ekslusif, riwayat kecacingan, riwayat pemberian suplementasi zink

PDF