Abstrak
Amenorea skunder merupakan tidak terjadinya menstruasi selama tiga siklus atau 6 siklus setelah sebelumnya mendapatkan siklus menstruasi biasa. Angka kejadian sekitar 1-5% pada wanita usia reproduksi Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan status gizi dan stress dengan kejadian amenorea sekunder pada remaja. Penelitian ini merupakan penelitian analitik kuantitatif dengan rancangan cross sectional, sampel dalam penelitian ini adalah mahasiswa kebidanan mengalami Amenore Sekunder di Institut kesehatan mitra bunda yang berjumlah 43 responden. Pengumpulan data dalam penelitian ini berupa kuesioner. Analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah chi square .Hasil penelitian menunjukkan terdapat hubungan antara status gizi dengan amenore sekunder P value 0,004 (< 0,05). Ada hubungan stres dengan amenorea sekunder P value 0,008 (< 0,05). Kesimpulan dalam penelitian ini remaja untuk selalu menjaga asupan nutrisi tubuh dan mengelola strses yang baik karena akan mempengaruhi fungsi tubuh terkait sistem reprduksi, hal ini dimaksudkan untuk menghindari terjadinya gangguan menstruasi yang berakibat berbagai komplikasi lainnya terkait sistem reproduksi.