Abstrak
`
Pendahuluan: Self injury dan risiko bunuh diri merupakan perilaku maladaptif yang dapat merugikan diri seseorang, perilaku ini biasanya terjadi akibat adanya permasalahan yang tidak bisa diselesaikan dengan cara yang adaptif sehingga seseorang menyelesaikan permasalahan tersebut dengan perilaku maladaptif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran perilaku self injury dan risiko bunuh diri pada mahasiswa. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif. Sampel pada penelitian ini adalah mahasiswa dengan jumlah 392 orang dan direkrut dengan metode quota random sampling. Metode pengumpulan data menggunakan kuesioner Self-harm Inventory (SHI) dan Assessment of Suicidal Intention. Hasil: Usia responden terbanyak dewasa awal (86,7%), dengan jenis kelamin terbanyak perempuan (77,3%), dan agama responden terbanyak islam (92,1%). Gambaran perilaku self injury pada mahasiswa bahwa yang pernah sebanyak (31,9%) dan yang tidak pernah sebanyak (68,1%), sedangkan pada risiko bunuh diri yang pernah sebanyak (26,8%) dan yang tidak pernah sebanyak (73,2%). Hasil yang pernah self injury dengan kategori ringan (30,9%) dan berat (1,0%) sedangkan untuk risiko bunuh diri dengan kategori rendah (24,5%) dan tinggi (2,3%). Kesimpulan: Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa sedikit mahasiswa yang pernah melakukan self injury dengan kategori yang berat dan sedikit juga mahasiswa yang pernah memiliki risiko bunuh diri dengan kategori yang rendah. Peneliti berharap agar peneliti selanjutnya bisa meneliti lebih lanjut mengenai terapi yang dapat mengurangi perilaku self injury dan risiko bunuh diri.