Abstrak
Inisiasi Menyusu Dini (IMD) merupakan praktik penting dalam perawatan bayi baru lahir yang berdampak pada keberhasilan ASI eksklusif. Bayi yang tidak diberikan IMD berisiko mengalami peningkatan morbiditas dan mortalitas neonatal. Tujuan penelitian untuk mengetahui faktor-faktor yang memengaruhi pelaksanaan IMD di Rumah Sakit Permata Hati Duri pada tahun 2024. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain cross-sectional. Populasi dan sampel penelitian adalah ibu bersalin berjumlah 78 orang yang diambil secara total sampling. Pengumpulan data menggunakan instrumen kuesioner. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Gamma dengan taraf signifikansi α=0,05. Hasil uji statistik membuktikan adanya pengaruh yang signifikan dari tingkat pendidikan (p=0,001), dukungan keluarga (p=0,000), dan motivasi ibu (p=0,000) terhadap persetujuan pelaksanaan IMD. Temuan empiris menyoroti bahwa meskipun mayoritas ibu memiliki latar belakang pendidikan tinggi serta motivasi intrinsik yang baik, sebagian besar teridentifikasi sangat kurang mendapatkan dukungan dari pihak keluarga. Ketimpangan ini berkorelasi kuat dengan tingginya angka penolakan atau ketidaksetujuan ibu terhadap IMD secara keseluruhan, yakni mencapai 59%. Dapat disimpulkan bahwa minimnya dukungan eksternal dari keluarga merupakan determinan kritis yang mampu melemahkan keputusan klinis ibu, sehingga menggagalkan realisasi praktik laktasi dini pada satu jam pertama pascapersalinan terlepas dari kesiapan internal individu.

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Hak Cipta (c) 2026 Siti Zakiah Zulfa, Mustika Hana Harahap, Ratna Purnama Sari
