Abstrak
Dismenore merupakan kondisi yang normal dialami beberapa perempuan yang mengalami haid, dikarenakan terjadi ketidakseimbangan hormon progesteron dalam darah yang menyebabkan kontraksi antara tonus miometrium dan uterus sehingga terjadinya iskemia, perdarahan dan rasa nyeri. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis terapi akupresur lebih efektif dibandingkan relaksasi otot progresif terhadap penurunan intensitas nyeri dismenore pada mahasiswi FKP Universitas Riau dengan prinsip distraksi dan relaksasi yang menggunakan alat ukur numeric rating scale. Penelitian ini menggunakan rancangan quasy eksprimental dengan two group comparison pre-post test design. Sampel penelitian yaitu mahasiswi yang mengalami dismenore sebanyak 38 orang yang terbagi menjadi 2 kelompok yaitu kelompok relaksasi otot progresif dan dan akupresur yang menggunakan teknik purposive sampling. Analisa data menggunakan uji Wilcoxon dan Mann Whitney. Hasil penelitian menunjukkan terapi akupresur dan relaksasi otot progresif dapat menurunkan intensitas nyeri dengan hasil p-value 0.001 < α (0.05). Simpulan dari penelitian ini adalah terapi akupresur lebih signifikan menurunkan intensitas nyeri dismenore dibandingkan relaksasi otot progresif.