Peningkatan Pengetahuan Kader Sebagai Upaya Pencegahan Penyakit Demam Berdarah Dengue
DOI:
https://doi.org/10.36763/communitycare.v1i1.629Kata Kunci:
DBD, Kader, KesehatanAbstrak
Perubahan iklim berpengaruh besar terhadap kesehatan masyarakat, terutama dalam meningkatkan risiko penyakit yang ditularkan oleh nyamuk seperti Demam Berdarah Dengue (DBD). Penyakit ini menjadi ancaman serius di Indonesia, khususnya di Jawa Timur yang memiliki kasus DBD tertinggi ketiga di Indonesia pada tahun 2023. Melalui kegiatan pengabdian masyarakat di Desa Sumbertebu, Kecamatan Bangsal, Kabupaten Mojokerto, penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan kader kesehatan mengenai upaya pencegahan dan penanggulangan kedua penyakit tersebut. Kegiatan ini juga mendukung peran aktif kader dalam memotivasi masyarakat untuk memberantas sarang nyamuk secara efektif.
Kegiatan pengabdian masyarakat dilakukan melalui penyuluhan dan evaluasi yang melibatkan 14 kader kesehatan Desa Sumbertebu. Metode yang digunakan adalah pemberian informasi melalui ceramah, diskusi, dan evaluasi pre-test dan post-test untuk mengukur peningkatan pengetahuan kader. Penyuluhan dilaksanakan secara langsung di Balai Desa selama periode enam bulan, dengan fokus pada pemahaman siklus hidup nyamuk, strategi pencegahan, dan peran kader kesehatan dalam menggerakkan masyarakat.
Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan signifikan pada pengetahuan kader kesehatan setelah mengikuti penyuluhan. Sebelum penyuluhan, sebanyak 50% kader memiliki pengetahuan kurang tentang DBD dan Chikungunya, tetapi setelah penyuluhan, 71,5% dari kader memiliki kategori pengetahuan baik. Perubahan terbesar terlihat pada pemahaman kader mengenai dampak positif peran mereka dalam pencegahan, dengan peningkatan hingga 42,9%.
Penyuluhan intensif dan partisipatif mampu meningkatkan kompetensi kader dalam memberikan edukasi dan memobilisasi masyarakat untuk memberantas sarang nyamuk. Pengetahuan yang meningkat diharapkan berdampak pada pengurangan risiko penyebaran penyakit, terutama di musim hujan yang meningkatkan habitat nyamuk.
Kesimpulannya, kegiatan ini berhasil meningkatkan pengetahuan kader kesehatan sebagai upaya pencegahan penyakit berbasis vektor di Desa Sumbertebu. Sebagai saran, program serupa sebaiknya dilakukan secara berkala dengan melibatkan pemangku kepentingan yang lebih luas untuk memperkuat pemberantasan DBD secara berkelanjutan.







