Edukasi Pemberian Aromaterapi Peppermint Terhadap Frekuensi Mual Muntah Pada Ibu Hamil Trimester I

Penulis

  • Rani Purwani STIKes Abdurahman
  • Adhika Wijayanti
  • Titin Apriyani

DOI:

https://doi.org/10.36763/communitycare.v1i1.624

Kata Kunci:

aromaterapi; mual muntah; ibu hamil

Abstrak

Ketidaknyamanan yang sering terjadi dialami ibu hamil terutama pada trimester pertama kehamilan adalah mual muntah (Emesis Gravidarum). Mual dan muntah pada kehamilan merupakan hal yang sering terjadi pada wanita yang hamil muda. Hingga 80% dari semua wanita  hamil mengalami keluhan mual dan muntah selama kehamilan mereka. perubahan keseimbangan elektrolit yakni kalium, kalsium dan natrium sehingga menyebabkan perubahan metabolisme tubuh. Peppermint mempunyai kandungan yang dapat menanggulangi keluhan mual dan muntah pada ibu hamil. Pengabdian yang dilakukan ini memiliki tujuan yaitu memberikan pemahaman serta praktek mengenai pemberian aromaterapi peppermint sehingga  ibu hamil secara mandiri bisa melakukannya dirumah dalam mengurangi keluhan mual muntah pada trimester I. Di wilayah Poskesdes Bunga Karang masih banyaknya ibu yang mengalami mual muntah pada trimester I. Tujuan dari pengabdian masyarakat ini adalah memberikan edukasi penyuluhan kesehatan tentang pemberian aromaterapi peppermint yang terdiri 3 tahap yaitu persiapan, pelaksaanaan, serta evaluasi. Hasil dari kegiatan pengabdian masyarakat ini menunjukkan mayoritas peserta mengalami peningkatan pengetahuan dengan baik setelah diberikan edukasi dan pendidikan tentang manfaat aromaterapi peppermint. Oleh karena itu, edukasi direkomendasikan sebagai bentuk promosi kesehatan salah satunya tentang pemberian aromaterapi peppermint dalam mengurangi keluhan mual muntah ibu hamil trimester I dan meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan di masyarakat.

Unduhan

Data unduhan tidak tersedia.

Diterbitkan

2025-07-14

Cara Mengutip

Edukasi Pemberian Aromaterapi Peppermint Terhadap Frekuensi Mual Muntah Pada Ibu Hamil Trimester I . (2025). Community Care: Jurnal Pengabdian Masyarakat, 1(1), 42-46. https://doi.org/10.36763/communitycare.v1i1.624