PENDIDIKAN KESEHATAN TENTANG HUBUNGAN SKRINING NEONATAL DENGAN DETEKSI DINI KELAINAN KONGENITAL DI DESA AIR JOMAN KISARAN
DOI:
https://doi.org/10.36763/vxj66c96Keywords:
Pendidikan Kesehatan, Skrining Neonatal, Deteksi Dini, Kelainan KongenitalAbstract
Angka Kematian Bayi (AKB) merupakan parameter penting untuk mengevaluasi kesehatan di masyarakat. Kelainan kongenital adalah salah satu faktor utama yang menyebabkan kematian bayi di Indonesia. Skrining neonatal dilakukan untuk mendeteksi kelainan kongenital pada neonatal sejak awal guna meningkatkan kesehatan pada neonatal. Skrining neonatal adalah kegiatan di mana seorang petugas kesehatan menilai tubuh bayi untuk menemukan indikasi penyakit, dan hasilnya dicatat dalam rekam medis. Penelitian menunjukkan bahwa setengah dari kematian bayi terjadi selama periode neonatal di bulan pertama kehidupannya. Penanganan yang tidak tepat pada bayi dapat berakibat pada kecacatan atau kematian, dan hipotermia merupakan gejala yang paling sering terjadi pada bayi. Oleh sebab itu, sangat penting untuk memahami dan melaksanakan pemeriksaan kesehatan pada bayi, terutama untuk intervensi awal jika ada masalah atau kelainan. Oleh karena itu, perlu ada upaya untuk meningkatkan kesadaran masyarakat melalui edukasi kesehatan agar pengetahuan ibu-ibu tentang pemeriksaan fisik bayi setelah lahir menjadi lebih baik. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilakukan untuk meningkatkan pengetahuan seluruh ibu yang memiliki bayi usia 0-12 tahun di Desa Air Joman Kisaran tentang pentingnya melakukan skrining neonatal. Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat ini dilaksanakan di Desa Air Joman Kisaran dengan metode ceramah dan diskusi yang diikuti oleh 42 orang ibu yang memiliki bayi usia 0-12 bulan. Evaluasi menggunakan kuesinoner pre test dan post test menunjukkan peningkatan pengetahuan yang signifikan dari rata-rata skor 60,2 menjadi 85,9 (p=0,005). Hasil ini menunjukkan pendidikan kesehatan yang efektif dalam meningkatkan pengetahuan ibu yang memiliki bayi usia 0-12 tahun tentang hubungan skrining neonatal dengan deteksi dini kelainan kongenital. Disarankan agar petugas kesehatan yang berada di Wilayah Kerja Desa Air Joman Kisaran melaksanakan pendidikan kesehatan kepada masyarakat terutama ibu yang memiliki bayi usia 0-12 bulan dan melibatkan peran keluarga terutama suami dalam memberikan dukungan dalam melakukan pemeriksaan skrining pada neonatal, sehingga dapat meningkatkan akses informasi melalui media lokal dan kader kesehatan Di Desa Air Joman agar meningkatkan kesehatan pada neonatal sejak dini.







