Edukasi Terpadu Pencegahan Pajanan Pestisida pada Petani Tradisional
DOI:
https://doi.org/10.36763/cm4mvf66Keywords:
Petani; Kesehatan Kerja; Pajanan Pestisida; ToksikologiAbstract
Penggunaan pestisida pertanian dapat memaparkan petani melalui kulit, saluran pernapasan, dan saluran pencernaan, terutama apabila praktik penanganan aman dan penggunaan alat pelindung diri belum diterapkan secara konsisten. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan petani mengenai bahaya pestisida, jalur paparan, dampak kesehatan, pengendalian risiko, penggunaan alat pelindung diri, dan pertolongan pertama. Kegiatan dilaksanakan pada 18 Juli 2026 dengan melibatkan 14 anggota Kelompok Tani Dukuh Puntuk, Desa Bekutuk, Kecamatan Randublatung, Kabupaten Blora. Evaluasi menggunakan pendekatan satu kelompok dengan pengukuran sebelum dan sesudah intervensi. Program edukasi terpadu disampaikan melalui ceramah interaktif, diskusi, dan tanya jawab. Skor pengetahuan diolah secara deskriptif dengan membandingkan nilai rata-rata sebelum dan segera setelah kegiatan. Rata-rata skor pengetahuan meningkat dari 8,71 menjadi 9,36, dengan kenaikan absolut sebesar 0,65 poin. Perubahan deskriptif ini menunjukkan adanya peningkatan pemahaman jangka pendek peserta setelah mengikuti edukasi. Namun, jumlah peserta yang terbatas, ketiadaan kelompok pembanding, dan belum adanya pemantauan perilaku membatasi kesimpulan mengenai keberlanjutan penggunaan alat pelindung diri. Pendampingan, demonstrasi praktik, dan pemantauan berkala diperlukan untuk mendukung penerapan kerja yang lebih aman







