WORKSHOP PENINGKATAN LITERASI KESEHATAN REPRODUKSI BAGI REMAJA SMA MELALUI EDUKASI DIGITAL INTERAKTIF DI MAN 2 KABUPATEN AGAM
DOI:
https://doi.org/10.36763/bakt3972Keywords:
Literasi, Kesehatan Reproduksi, Remaja, Edukasi, Digital InteraktifAbstract
Remaja merupakan kelompok usia yang berada pada fase transisi penting dengan perubahan fisik, psikologis, dan sosial yang signifikan, sehingga membutuhkan pemahaman yang tepat mengenai kesehatan reproduksi. Di Sumatera Barat, tingkat pengetahuan remaja tentang kesehatan reproduksi masih bervariasi. Studi menunjukkan lebih dari 60% remaja memiliki pemahaman cukup baik, namun survei lain mengungkapkan hanya sekitar 30% yang memiliki pengetahuan komprehensif, terutama pada aspek sensitif seperti higiene, menstruasi, dan pubertas. Kondisi ini diperparah oleh keterbatasan akses informasi yang valid serta anggapan tabu terhadap topik reproduksi. Oleh karena itu, dilakukan kegiatan pengabdian masyarakat berupa workshop “Peningkatan Literasi Kesehatan Reproduksi bagi Remaja MAN 2 Agam” melalui edukasi digital interaktif. Kegiatan ini dilaksanakan di MAN 2 Agam pada Desember 2025 hingga Februari 2026 dengan melibatkan 60 siswa kelas X dan XI. Metode yang digunakan meliputi observasi, pretest, pemberian edukasi melalui media interaktif (presentasi, video, dan diskusi), pembuatan konten edukatif, serta evaluasi melalui posttest dan refleksi peserta. Materi yang disampaikan mencakup kesehatan reproduksi remaja, higiene genitalia, serta literasi digital dalam memilah informasi kesehatan melalui pendekatan “Kenali, Cek, Sebar”. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan dan kemampuan peserta dalam memahami kesehatan reproduksi serta mengidentifikasi informasi yang valid setelah mengikuti workshop. Edukasi digital interaktif terbukti efektif dalam meningkatkan literasi kesehatan reproduksi remaja dan mendorong sikap kritis terhadap informasi di media sosial. Kegiatan ini menjadi intervensi strategis dalam meningkatkan literasi kesehatan reproduksi remaja serta memperkuat peran sekolah sebagai lingkungan edukatif yang aman dan informatif.







